Pelarangan Iklan Penurun Berat Badan dan Aplikasi Diet di TikTok

Teknologi Media – TikTok mengumumkan kebijakan baru yang mana mereka akan melakukan penindakan terhadap iklan yang mempromosikan bentuk tubuh yang dapat memberikan kerugian dan efek negative untuk para pengguna. Iklan tersebut memang terbilang cukup banyak lalu lalang di berbagai platform online walau terkadang tidak jelas asal usul serta keamanan obatnya.

Aturan terbaru yang dilakukan oleh aplikasi yang berbasis di China tersebut akan melarang berbagai perusahaan untuk melakukan pemasangan aplikasi diet serta suplemen penurun berat badan.

Bahkan, pengiklan juga akan diminta untuk mengikuti batasan yang diberikan pada peraturan baru yang lebih ketat dalam melakukan pengiklanan penurun berat badan supaya dapat terus berjalan di platform mereka.

Contohnya, iklan yang mendorong sebuah produk pengelolaan berat badan tidak akan bisa ditargetkan kepada para pengguna yang masih berusia 18 tahun ke bawah. Dimana hal tersebut dapat memberikan dampak negative kepada mereka.

Berdasarkan halaman Engadget, Tiktok melakukan pemitraan dengan National Eating Disorders Association (NEDA) untuk menghubungkan para penggunanya ke sumber daya yang ditawarkan oleh organisasi di dalam aplikasi secara langsung.

Salah satu tujuan dari kemitraan tersebut adalah membuat TikTok secara langsung mengarahkan orang-orang ke hotline NEDA saat mereka mencari topik serta tagar yang dianggap negative oleh organisasi nirlaba tersebut. Sehingga kedepannya diharapkan, mereka dapat menjadi lebih tercerahkan.

TikTok juga mengatakan bahwa stigma akan berat badan atau memiliki body shaming adalah tantangan individu dan sudah menjadi budaya. Sehingga jika hal tersebut dibiarkan begitu saja di dunia internet maka bisa memberikan dampak buruk terhadap masalah tersebut.

Untuk itulah mengapa kami selalu fokus bekerja melindungi komunitas yang kami miliki dari konten serta perilaku berbahaya sambil menciptakan lingkungan yang lebih inklusif serta dapat tumbuh positif, ucap TikTok.