Hakim Hentikan Larangan Trump Blokir WeChat

Teknologi Media – Hakim Amerika Laurel Beeler di San Francisco melarang pemerintah Donald Trump untuk mengharuskan perusahaan Apple Inc dan Alphabet Inc menghapus aplikasi pesan singkat buatan China WeChat.Hakim Hentikan Larangan Trump Blokir WeChat

Hal ini dinilai Beeler sebagai bentuk tindakan serius serta bertentangan amandemen pertama, yang kental akan pesan kebebasan, seperti beragama, berbicara, kebebasan pers, kebebasan untuk berkumpul secara damai dan lain sebagainya.

Larangan WeChat yang digaungkan oleh Trump tersebut lebih kental pidato, Dibanding kekhawatiranya terhadap isu keamanan Nasional, Kasus ini menunjukan kelemahan pemerintah berdasarkan Amandemen Pertama, Ada ketidakjelasan secara menyeluruh jika dibandingkan kerusakan, Larangan mungkin akan diterapkan pada komunitas berbahasa Mandarin di Amerika Serikat, Jelasnya seperti di kutip dari Techcrunch, Senin (21/09).

Padahal memnurut laporan firma analitik Apptopia jumlah pengguna harian WeChat di AS hanya sebesar 19 juta orang pada bulan Agustus lalu, Jika dibandingkan pengguna WhatsApp di AS yang mencapai 68,1 juta.

Beller juga menjabarkan aplikasi popular asal negri tirai bambu itu lebih banyak digunakan di AS oleh para pelajar Asal China itu sendiri warga Negara Amerika yang tinggal di China, Serta Warga Amerika yang memiliki kepentingan bisnis pribadi di China.

Kepentingan keamanan nasional memang sangat penting, Namun dalam kasus ini meskipun pemerintah telah menetapkan bahwa aktivitas China menimbulkan masalah keamanan nasional yang signifikan, Hanya ada sedikit bukti bahwa larangan efektif WeChat untuk semua pengguna AS dapat mengatasi masalah tersebut.

Harus ada alternatif yang jelas dari pelanggaran itu, Seperti melarang WeChat dari perangkat pemerintah, Seperti yang telah dilakukan Australia untuk mengambil langkah mengatasi keamanan data ucap Beeler.

Sebelumnya, Presiden AS batal memblokir aplikasi TikTok. Keputusan tersebut diambil, setelah Trump menyetujui kesepekatan antara TikTok dan perusahaan induknya ByteDance dengan Oracle.

Lebih lanjut Trump mengklaim, dengan dikelolanya data oleh Oracle dan Walmart, tingkat keamanan dari TikTok akan mencapai 100 persen.