Xiaomi Patenkan Desain Ponsel dengan Layar Yang Dapat Dilepas

Teknologi Handphone – Para pabrik Smartphone terus melakukan eksperimen untuk desain ponsel, termasuk juga perusahaan Xiamoi. Vendol asal China ini belakangan diketahui mematenkan rancangan perangkat dengan layar yang dapat dilepas.

Keberadaan konsep perangkat smartphone tersebut diungkap oleh sebuah situs teknologi Belanda, Lets Go Digital. Situs ini mengatakan bahwa perusahaan Xiaomi mengajukan hak paten di China pada bulan Maret lalu, kemudian permohonannya dikabulkan oleh otoritas setempat pada pekan ini.

Ilustrasi yang terdapat dalam dokumen hak paten tersebut menggambarkan sebuah ponsel yang mempunyai dua komponen terpisah, yaitu bagian bodi atau tubuh utama dan bagian layar yang dapat dilepas.

Bagian bodi tebalnya kemungkinan dua kali komponen layar, mempunyai tiga kamera belakang beserta dua kamera depan dengan flash, dan tersambung ke display dengan sepasang konektor khusus pada bagian sisi bawah.

Konektor USB Type-C, speaker, dan tombol-tombol daya serta pengatur volume juga termuat pada bagian bodi utama smartphone tersebut.

Perangkat tersebut berfungsi layaknya smartphone biasa saat bagian layar digabungkan dengan bodi. Uniknya, pada bagian layar dapat dilepas dan akan tetap berfungsi secara independen, yang berarti paling tidak ada komponen baterai di dalam layar.

Baterai pada layar dapat diisi lewat konektor khusus yang berada pada bagian bodi tadi. Dua kamera selfie di bagian bodi tengah merupakan tipe under display sehingga tetap dapat digunakan walaupun tertutup layar.

Lalu, buat apa repot-repot membuat smartphone yang layar depannya dapat dilepas? Hak paten Xiaomi tidak menjelaskan seperti apa skenario penggunaan untuk perangkat tersebut.

Lets Go Digital, hanya berspekulasi bahwa layar tersebut dapat digunakan sebagai semacam viewfinder terpisah untuk kamera ponsel, dan juga bisa untuk main game.

Tentu saja, karena masih berupa hak paten, perusahaan Xiaomi belum tentu akan benar-benar membuat perangkat tersebut. Apalagi, konstruksinya mungkin akan terlalu sulit dan rumit untuk dapat digunakan secara praktis.