Visinema Pictures Melayangkan Somasi Kembali Ke Iflix

Teknologi Media – Visinema Pictures, Rumah produksi film Indonesia, melayangkan surat somasi kedua kepada Perusaaan penyedia layanan VOD (video on demand), Iflix.

CEO dari Visinema Pictures, Angga Dwimas Sasongko, mengatakan bahwa surat somasi tersebut dilayangkan karena tercatat Iflix sejak bulan September 2019 telah gagal memenuhi pembayaran lisensi kepada Visinema. Dimana total utang tersebut memiliki nilai lebih dari Rp. 9 miliar.

Kami sangat menyayangkan hal ini dilakukan oleh pihak perusahaan Iflix. Kerugian bukan saja terjadi pada kami Visinema Pictures, tetapi juga pihak investor yang memiliki hubungan baik dengan Visinema. Sehingga melalui surat somasi ini kami masih menunggu iktikad baik dari Iflix, ungkapnya lewat cuitan, Sabtu (1/8/2020).

Dia juga menjelaskan bahwa sepanjang awal tahun 2020, Visinema Pictures masih terus mencari cara untuk mendapatkan kejelasan dari pihak iflix. Adapun, pada tanggal 24 Juni 2020 rilis berita bahwa Iflix telah dibeli oleh sebuah perusahaan yang berasal dari Tiongkok, Tencent. Dia juga mengatakan bahwa tetap masih belum ada kejelasan dari Iflix mengenaik utang pembayaran yang harus dilakukan terhadap Visinema.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pihak Visinema akhirnya memutuskan untuk melayangan surat peringatan pertama pada tanggal 24 Juni 2020 yang tetap tidak dihiraukan oleh pihak Iflix.

Mark Britt, sebagai Mantan Co-founder dan CEO Iflix, sempat meminta waktu selama 48 jam untuk menyelesaikan masalah ini dengan pihak CEO Visinema Pictures, dimana setelah pihak Visinema melayangkan somasi digital pertama pada tanggal 7 Juli 2020.

Mark Britt juga menawarkan sebuah skema dalam menyelesaikan masalah ini dan Visinema masih membuka diri untuk melakukan dialog untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Tetapi, sampai saat ini, 2 Agustus 2020 tetap tidak ada tindak lanjut yang konkret dilakukan oleh Iflix. Undangan dialog oleh kuasa hukum juga dihiraukan, sehingga Angga menyebutkan bahwa Visinema Pictures melayangkan Surat Somasi Kedua Secara Terbuka kepada Iflix.