Apple dan Perusahaan Amerika Lain Keluhkan Ancaman Pemblokiran Wechat di Amerika Serikat

Teknologi Media – Setelah Huawei dan TikTok Pemerintah Amerika Serikat Rencana membloki aplikasi WeChat.Apple dan Perusahaan Amerika Lain Keluhkan Ancaman Blokir Wechat

Donal Trump berencana akan memblokir WeChat di Amerika, Membuat sebagian perusahaan termasuk Apple di Amerika merasa khawatir dan mereka pun berusaha untuk melobi agar rencana itu dibatalkan oleh Donal Tramp.

Perang dagang antara Amerika dan China memang sudah berlalut-larut, Setelah kejadian Huawei, TikTok, menjadi sengketa selanjutnya, Sengketa TikTok ini berujung pada rencana Microsoft Membeli operasional TikTok di Amerika dalam tenggat waktu 45hari.

Namun kemudian terdengar pula rencana Donal Trump yang lebih bombastis itu, Yaitu akan memblokir Aplikasi WeChat juga, Aplikasi ini merupakan salah satu Aplikasi pesan populer di dunia terutama di China, Memblokir aplikasi seperti ini tentu punya resiko tersendiri.

The Wall Street Jounal (WSJ) melaporkan bahwa beberapa perushaan Amerika berusaha melobi agar rencana itu gagal, Perusahaan-perusahaan ini adalah mereka yang memiliki pasar besar di negara tirai bambu itu.

Beberapa di antaranya yang mengeluhkan rencana blokir WeChat, yaitu Apple, Ford, Goldman Sachs, Intel, Morgan Stanley, Walmart, dan Walt Disney.

President Dewan Bisnis Amerika-China Crag Allen mengatakan bahwa mereka yang tidak tinggal di China tidak mengerti besarnya akibatnya jika perusahaan Amerika tidak boleh memakainya, Meraka(Perusahaan Amerika) akan lebih lemah dari setiap kompotitor lain.

Memang di China WeChat bukanlah sekedar aplikasi pesan biasa. Namun sudah menjadi sebuah ekosistem yang bahkan dipakai untuk bertransaksi sehari-hari Jadi bayangkan bagaimana kalau WeChat tidak ada di App Store iPhone.

Bukan saja perusahaan komersial Amerika tidak punya akses ke sana (misalnya untuk layanan konsumen) bahkan iPhone pun bisa tidak laku lagi Jadi tidak heran kalau perusahaan Amerika termasuk Apple, kuatir dengan rencana blokir WeChat.

Itu baru dari sisi akses ke konsumen melalui aplikasi WeChat, Belum lagi kalau kita bicara soal perusahaan dibalik aplikasi tersebut yaitu Tencent.