Perbedaan Mesin Mobil VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, OHV, I-DSI dan EFI

Teknologi Otomotif – Seperti yang kita ketahui bersama bahwa teknologi selalu berjalan maju seiring berjalannya waktu.Perbedaan Mesin Mobil VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, OHV, I-DSI dan EFI

Hal serupa juga terjadi pada komponen mesin mobil yang kian berkembang. Seperti halnya komponen tingkat keiritan bahan bakar hingga proses pembakaran supaya lebih sempurna. Hal-hal inilah yang menjadi latar belakang perubahan teknologi dalam mesin mobil. Merespon hal tersebut, berikut perbedaan VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, I-DSI dan EFI.

Di setiap perusahaan otomotif, memiliki racikan komponen mesin tersendiri yang akhirnya nanti dipatenkan dan tidak boleh dijiplak oleh perusahaan lainnya. Tak heran juga, performa mesin di setiap merk nantinya akan terasa berbeda-beda.

1. Teknologi VTECPerbedaan Mesin Mobil VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, OHV, I-DSI dan EFI

Mesin VTEC adalah buatan Honda yang dikenal akan performanya :

VTEC kepanjangan dari Variable Valve Timing and Lift Electronic Control merupakan teknologi pada mesin mobil yang digunakan oleh Honda.

Kelebihan dari teknologi VTEC sendiri adalah mesin bersilinder kecil bisa tampil sebanding dengan mesin bersilinder besar. Di sisi lain, VTEC juga diklaim mampu memberi tingkat efisiensi bahan bakar yang lebih optimal serta dikenal ramah lingkungan.

Pada mesin VTEC, ketinggian pada bukaan katup diatur secara elektronik. Operasinya terbilang sederhana yakni pada putaran rendah, satu katup terbuka dan katup lainnya hanya terbuka sedikit Hal ini terjadi supaya efek perputaran udara pada ruang bakar menjadi lebih optimal sehingga akselerasi mesin terasa responsif dan terasa lebih bertenaga.

Selama prosesnya, teknologi mesin VTEC terbagi menjadi tiga meliputi VTEC-E, VTEC SOHC dan VTEC DOHC. Pada teknologi VTEC-E, bisa diamati pada Honda Civic Ferio keluaran tahun 1996. Model ini menerapkan operasi bukaan 12 katup dan pada kecepatan tinggi, katup lainnya juga ikut terbuka.

Sedangkan VTEC SOHC pernah diaplikasikan pada Honda City generasi pertama. Bukaan katup masuk akan berbeda khususnya pada putaran sedang serta tinggi. Sedangkan pada katup buang, durasinya tidak diatur.

Adapun pada VTEC DOHC, memiliki operasi serupa dengan SOHC. Perbedaannya terletak pada bukaan katup buang yang diatur secara elektronik. Di sisi lain, perbedaan juga diamati pada mode SOHC dan DOHC yang mana Cam DOHC terpisah menjadi dua.

Kekurangan dan Kelebihan VTEC :Perbedaan Mesin Mobil VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, OHV, I-DSI dan EFI

2.Teknologi VVT-IPerbedaan Mesin Mobil VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, OHV, I-DSI dan EFI

Menggunakan ECU sebagai pengaturan bukaan katup :

Mungkin Anda sangat familiar dengan VVT-I. Pasalnya, teknologi mesin VVT-I ini banyak diaplikasikan oleh mobil-mobil Toyota sejak tahun 1996. Dalam hal ini, VVT-I mengandalkan Electronic Control Unit (ECU) untuk mengatur bukaan katup.

Proses tersebut juga disesuaikan dengan kecepatan mesin, posisi Throttle, volume udara yang masuk hingga temperatur air, VVT-I akan terus memantau hal-hal tersebut dan kemudian disesuaikan dengan bukaan katup mesin Hal inilah yang kemudian menjadikannya lebih responsif, hemat bahan bakar serta ramah lingkungan.

Kekurangan dan Kelebihan VVT-i :Perbedaan Mesin Mobil VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, OHV, I-DSI dan EFI

3. Teknologi I-DSIPerbedaan Mesin Mobil VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, OHV, I-DSI dan EFI

I-DSI lebih ditingkatkan dalam proses pembakaran yang lebih sempurna Selama prosesnya, I-DSI mengandalkan dua buah busi untuk setiap silinder mesin Hal ini sengaja dirancang supaya memaksimalkan proses pembakaran.

Alhasil sisa bahan bakar tidak akan terbuang sia-sia sehingga memberi performa mesin lebih irit dan ramah lingkungan Bahkan karena saking sempurnanya proses pembakaran, asap dari knalpot terlihat sangat sedikit sekali Inilah yang menjadi andalan pada teknologi I-DSI.

4. Teknologi EFIPerbedaan Mesin Mobil VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, OHV, I-DSI dan EFI

Teknologi EFI juga banyak diaplikasikan pada banyak model mobil dalam pengoptimalan proses pembakaran :

Sama halnya dengan I-DSI, teknologi Electronic Fuel Injection (EFI) lebih menekankan dalam aspek bahan bakar, Jika I-DSI mengandalkan dua busi, EFI menggunakan konfigurasi elektronik dalam proses pembakaran.

Dalam prosesnya, EFI merupakan penyemprotan bahan bakar yang diatur secara elektronik supaya campuran udara dan bahan bakar sesuai dengan kebutuhan bahan bakar dari mesin.

Banyak kita kenal bahwa teknologi EFI sering ditemui pada mobil-mobil Toyota Namun konsep serupa juga kerap kali didapati pada Brand lainnya dengan nama berbeda.

Terlepas dari itu semua memang tak dipungkiri teknologi EFI memberi performa mesin lebih irit bahan bakar dibanding mesin lainnya yang belum mendukung EFI.

5. Mengenal Perbedaan Teknologi SOHC, DOHC, dan OHV dan Cara KerjanyaPerbedaan Mesin Mobil VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, OHV, I-DSI dan EFI

Beda bentukan SOHC, DOHC, dan OHV :

Seringkali kita membandingkan mesin SOHC dan DOHC. Apa sih sebenarnya SOHC dan DOHC, Keduanya memiliki konstruksi masing-masing Banyak yang mengatakan bahwa DOHC lebih baik dan lebih advance dari SOHC Hal tersebut tidak salah namun tidak sepenuhnya benar Masing-masing konstruksi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Lalu, bagaimana dengan OHV? Mesin OHV sudah mulai ditinggalkan Mesin OHV digunakan oleh kijang lawas dan beberapa mobil lama Namun hingga saat ini, mesin OHV masih dilestarikan oleh Isuzu Panther.

Dual Overhead Camshaft (DOHC)

Mesin DOHC memiliki mekanisme dengan dua buah camshaft (noken as) untuk mesin inline (silinder segaris).

Camshaft terletak di bagian atas katup. Satu camshaft mengatur katup masuk (intake valve) dan satu camshaft lainnya mengatur katup buang (exhaust valve) Sebagian mesin DOHC,

Khususnya keluaran terbaru sudah tidak membutuhkan rocker arm, sehingga camshaft langsung menggerakkan katup. Untuk mesin V (V6, V8, dst.) dibutuhkan empat buah camshaft Mesin DOHC juga disebut sebagai Twin-Cam (twin camshaft / noken as ganda).Perbedaan Mesin Mobil VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, OHV, I-DSI dan EFI

Mesin DOHC memiliki konstruksi yang lebih kompleks, sehingga membutuhkan waktu dan biaya produksi yang lebih besar.

Dengan menggerakkan katup secara langsung dan hanya katup masuk dan katup buang saja aliran BBM dan gas buang lebih banyak sehingga tenaga putaran atas lebih berisi namun cenderung kurang efisien.Perbedaan Mesin Mobil VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, OHV, I-DSI dan EFI

Kelebihan DOHC :

– Aliran BBM dan gas buang lebih lancar
– Performa putaran lebih baik
– Satu camshaft hanya mengatur katup masuk saja dan katup buang saja, sehingga bukaan katup lebih optimal dan lebih mudah diatur.

Kekurangan DOHC :

– Konstruksi lebih kompleks sehingga membutuhkan waktu dan biaya produksi yang lebih mahal
– Putaran bawah berat karena harus menggerakkan dua camshaft
– Ukuran mesin lebih besar sehingga membutuhkan ruang lebih banyak
– Konsumsi BBM relatif kurang efisien

Single Overhead Camshaft (SOHC)

Mesin SOHC memiliki mekanisme dengan satu camshaft (noken as) untuk mesin inline (silinder segaris),

Camshaft terletak di bagian atas katup. Satu camshaft mengatur katup masuk (intake valve) sekaligus mengatur katup buang (exhaust valve),

Mesin SOHC membutuhkan rocker arm sebagai pelatuk yang digerakkan oleh camshaft untuk mengatur katup. Untuk mesin V (V6, V8, dst.) dibutuhkan dua buah camshaft.

Perbedaan Mesin Mobil VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, OHV, I-DSI dan EFI

Mesin SOHC memiliki konstruksi yang lebih sederhana dari DOHC dan membutuhkan waktu dan biaya produksi lebih rendah.

Dengan hanya menggerakkan satu camshaft, performa SOHC di putaran bawah lebih baik dan lebih efisien dalam mengolah bahan bakar. Namun, satu camshaft yang menggerakkan katup masuk sekaligus katup buang membuat performa berat pada putaran atas.

Kelebihan SOHC :

– Performa putaran bawah lebih baik karena hanya menggerakkan satu camshaft
– Konsumsi BBM lebih efisien
– Konstruksi lebih sederhana dari DOHC sehingga biaya produksi lebih murah dan lebih mudah dalam hal reparasi

Kekurangan SOHC :

– Keterbatasan satu camshaft membuat putaran atas lebih berat
– Bukaan katup tidak optimal karena camshaft menggerakkan katup masuk sekaligus katup buang
– Kurang optimalnya bukaan katup membatasi masuknya BBM dan keluarnya gas buang ketika dibutuhkan

Overhead Valve (OHV)

Mesin OHV sedikit berbeda dari SOHC dan DOHC. Letak camshaft tidak langsung di atas katup, melainkan seringkali di engine block. Oleh karena itu, dibutuhkan komponen tambahan berupa pushrod untuk menghubungkan camshaft dan rocker arm. Jadi, camshaft tidak langsung menggerakkan rocker arm atau katup, melainkan disalurkan oleh pushrod. Mesin OHV juga disebut sebagai Pushrod Engine.Perbedaan Mesin Mobil VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, OHV, I-DSI dan EFI

Mesin OHV merupakan mekanisme yang paling sederhana meskipun dengan komponen tambahan berupa pushrod.

Dengan dibutuhkannya pushrod, gerakkan camshaft tidak langsung menggerakkan katup, sehingga mesin OHV lebih sulit mengatur timing katup khususnya pada putaran atas.

Namun kesederhanaan konstruksinya membuat mesin OHV lebih tahan banting dan tangguh. Mesin ini sudah mulai ditinggalkan di Indonesia Mungkin hanya Isuzu Panther yang masih melestarikan mesin OHV.

Kelebihan OHV:

– Konstruksi paling sederhana dibandingkan DOHC dan SOHC sehingga paling murah dan paling mudah diproduksi
– Robust (tangguh)
– Torsi besar
– Ukuran kecil sehingga menghemat ruang mesin

Kekurangan OHV:

– Keterbatasan meraih rpm tinggi karena sulitnya mengatur timing katup
– Sulitnya menggunakan katup ganda pada tiap silinder
– Konstruksi yang sederhana menyebabkan sulitnya mengaplikasikan sistem katup variabel (VVT, VVT-i, VTEC, dll)

Penyempurnaan

Dengan keterbatasan yang dimiliki SOHC dan DOHC, penyempurnaan diperlukan untuk menutup kekurangan masing-masing.

Mesin SOHC pada mobil Honda menggunakan VTEC untuk menutup kekurangan pada putaran atas. Begitu juga dengan mesin DOHC pada mobil Toyota menggunakan VVT-i untuk menutup kekurangan pada putaran bawah dan meningkatkan efisiensi. VTEC dan VVT-i pada dasarnya adalah sama-sama sistem katup variabel untuk mengoptimalkan kinerja mesin.

Bagaimana dengan OHV? Keterbatasannya untuk meraih rpm tinggi, penggunaan katup ganda, dan sistem katup variabel membuat mesin OHV mulai ditinggalkan, khususnya di Indonesia.

Penanaman turbocharger pada Isuzu Panther pun tak banyak memberikan perubahan yang signifikan. Namun, di beberapa negara lain, mesin OHV masih dilestarikan, khususnya pada mobil-mobil American Muscle dengan mesin berkapasitas besar misalkan Ford Mustang dan Chevrolet Corvette.