Model Paling Dasar iPhone 12 Mungkin akan Dijual Sekitar US$ 749

Teknologi Handphone – Jeff Pu yang juga seorang analis mengatakan bahwa model iPhone 12 yang paling dasar akan dibanderol seharga US$ 749.Model Paling Dasar iPhone 12 Mungkin akan Dijual Sekitar US$ 749

Ini lebih mahal dari seri iPhone 11 yang paling dasar yang diperkenalkan tahun lalu.

Diperkirakan dalam bebebrapa bulan dari sekarang akan Apple akan meluncur seri iPhone 12, Rumornua smartphone tersebut akan datang tanpa Adaptor Charger dan Earpod yang biasanya dijual sepaket.

Sekarang laporan terbaru menyebutkan harga model entry -level akan di bandrol lebih mahal US$ 50 (Rp700 ribuan) dari generasi sebelumnya.

Laporan tersebut datang dari seorang analis yang bernama Jeff Pu (Via MacRumors), Dia memperkirakan Rp10,8 juta Varian ini diharapkan hadir dengan layar OLED 5,4 inci A14 5nm, konektivitas 5G dan pengaturan dua kamera.

Sebagai perbandingan, Apple pada tahun lalu menjual seri iPhone11 yang paling dasar dengan harga US$699 atau sekirtar 10 juta lebih murah US$ 50 dari iPhone XP yang dirilis pada tahun 2018, Sementara itu Jon Prosser yang juga seorang informan mengklaim bahwa harga iPhone 12 akan dijual seharga US$ 649 atau sekitar Rp9,4 juta.

Karena iPhone 12 dilaporkan akan datang dengan dukungan konektivitas 5G, Jeff Pu menambahkan bahwa konsumen diperkirakan tidak akan keberatan dengan kenaikan harga trsebut.

Selain itu permintaan juga tidak akan terpengaruh, Namun tidak adanya Adaptor Charger dan Earpod dapat menimbulkan sedikit kontroversi.

Meskipun diperkirakan akan ada kenaikan harga, Seri iPhone 12 yang akan segera diluncurkan oleh Apple ini masih terbilang lebih murah dari pesaing utamanya, Samsung Galaxy S20.

Sekadar nformasi untuk kalian, Samsung Galaxy S20 di pasar Amerika Serikat dibanderol seharga US$ 999 atau sekitar Rp14,5 juta.

Apple yang kita kenal sebagai raksasa teknologi asal Cupertino ini juga diharapkan akan memasarkan seri iPhone 12 sebanyak 15 hingga 20 juta unit di tahun ini.

Saat ini, Apple memang sedang galau karena jadi salah satu pabrikan smartphone yang terkena imbas dari penyebaran COVID-19.