Mobil Listrik Buatan Sony Siap Road Test

Teknologi Mobil  Teknologi Otomotif – Mobil listrik Sony Vision-S siap lakukan road test atau pengujian di jalan pada fiskal year 2020.Mobil Listrik Buatan Sony Siap Road Test

Sony di awal tahun berhasilkan mengejutkan semua pengunjung pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2020 ketika menampilkan prototype mobil listrik Sony Vision-S, Dan selang setengah tahun kemudian, mobil ini diumumkan siap masuk ke tahap road test.

Kabarnya, Sony tidak sendiri dalam melakukan pengembangan Vision-S, Beberapa perusahan teknologi ternama seperti Bosch, NVIDIA, Continental dan Qualcomm ikut ambil bagian guna meramu konsep mobil listrik terbaik.

Dan untuk menegaskan hal ini, Sony baru saja melansir sebuah video yang mengungkap perkembangan Vision-S, Dan prototype mobil listrik tersebut sudah tiba di Tokyo untuk pengembangan lebih lanjut.

Secara umum, Sony Vision-S tampak seperti sebuah sedan fastback 4-seater. Dimensinya tampak lebih kecil dari Tesla Model S, namun dari sisi wheelbase tampak lebih panjang. Hingga berita ini dibuat data spesifikasi lengkap Vision-S belum dilansir resmi oleh Sony.

Dari sisi sumber tenaga, Sony Vision S kabarnya dilengkapi 2 motor listrik yang masing-masing ditempatkan di atas axle depan dan belakang. Keduanya menghasilkan output gabungan 400 kW atau sekitar 536 hp.

Sony Vision-S sendiri disebut dapat melaju 0-100 km/jam dalam waktu 4.8 detik. Sementara kecepatan puncak yang dapat diraih mencapai 240 km/jam. Sayang belum ada data mengenai seberapa jauh mobil ini dapat berjalan saat baterai dalam kondisi penuh.

Vision-S juga dilengkapi dengan sistem penggerak semi-otonom level 2+. Didukung oleh LiDAR solid-state, sensor ultrasonik dan radar. Berikut advanced camera monitoring system, cruise control, auto lane change dan self-parking technology yang memudahkan pengemudi untuk mencari tempat parkir.

Menurut Sony, sistem ini telah support over-the-air update dan konektivitas 5G, Hal ini membuat Vision-S dapat ditingkatkan untuk mencapai kemampuan sebagai mobil otonom Level 4 atau mungkin bisa dimaksimalkan lebih tinggi lagi.

Lalu pertanyaannya apakah Sony akan benar-benar masuk ke industri otomotif lewat Vision-S ?. Sebelumnya Sony dikabarkan menolak disebut akan masuk ke industri otomotif, namun dengan apa yang sudah dilakukan sejauh ini rasanya bukan tidak mungkin akan benar-benar terjadi.

Tapi saat ini, apa yang dilakukan Sony memang masih dalam tahap studi. Apalagi prototipe Vision-S juga masih dalam pengembangan untuk road test. Perjalan masih panjang bagi Sony masuk dalam dunia otomotif, namun berhasil dilaluinya dengan langkah pasti setahap demi setahap.