5 Pabrikan Mobil Terjerat Hutang dengan Jumlah Mengerikan

Teknologi Otomotif – Lima pabrikan Otomotif VW, Daimler, Toyota, Ford, dan BMW disebut sedang terjerat hutang besar jumlahnya bahkan setara atau lebih besar dibandingkan hutang sebuah negara.5 Pabrikan Mobil Terjerat Hutang dengan Jumlah Mengerikan

Sebuah studi baru-baru ini dilakukan 900 perusahaan terkemuka di dunia, Ternyata dari sepuluh besar perusahaan dengan hutang terbesar, Lima pabrikan otomotif ada di dalamnya.

VW berada di posisi pertama dengan jumlah hutang $ 192 miliar, Hutang ini hampir seluruhnya terkait dengan divisi pembiayaan yang besar dari perusahaan otomotif asal Jerman ini.

Dan seperti dilaporkan Carscoop, jumlah ini disebut sama dengan hutang sebuah negara. Bahkan jumlah hutang VW lebih besar dari Afrika Selatan dengan total $ 180 miliar.

Posisi VW kemudian disusul oleh Daimler yang berada di posisi ketiga di bawah perusahaan telekomunikasi AT&T. Total hutang yang harus ditanggung manufactur asal Jerman ini mencapai $ 151 miliar.

Persis di bawah Daimler terdapat Toyota dengan hutang $ 138 miliar. Toyota sendiri baru-baru ini kehilangan posisinya sebagai perusahaan otomotif paling berharga di dunia karena tergeser oleh Tesla.

Seperti dilaporkan Forbes, nilai saham Tesla meningkat hingga mencapai rekor tertinggi di minggu pertama Juli 2020. Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat ini tercatat berharga lebih dari $ 208 miliar sementara Toyota berada di bawahnya dengan $ 203 miliar.5 Pabrikan Mobil Terjerat Hutang dengan Jumlah Mengerikan

Lanjut ke Ford, jumlah hutangnya berada di posisi ketujuh dengan $ 122 miliar. Kemudian tepat di bawahnya adalah BMW dengan total hutang $ 114 miliar.

Sebagai pembanding, ada juga perusahaan yang tidak memiliki hutang sama sekali. Bahkan punya cadangan uang atau dana yang besar.

Alphabet Inc, grup perusahaan multinasional asal Amerika Serikat yang merupakan induk dari Google, Waymo beberapa perusahaan lainnya menempati posisi pertama. Cadangan uang kerasnya mencapai $ 104 miliar.

Posisi selanjutnya diisi oleh Samsung dengan $ 78 miliar, Microsoft $ 47 miliar, Facebook $ 44 miliar, Song $ 14 miliar dan kemudian Ali Baba $ 13 miliar. Dengan cadangan besar, banyak yang bisa dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut termasuk mungkin saja mengakuisisi pabrikan-pabrikan otomotif.

Menurut Seth Meyer, Portfolio Manager dari Janus Hendeson sebuah perusahaan asset mangement company menyebutkan pandemi COVID-19 yang terjadi di dunia membuat hutang perusahaan global melonjak naik Besarnya ada di kisaran 12 persen atau US$ 93 Triliun.

COVID-19 telah mengubah segalanya, Sekarang tentang bagaimana mempertahankan dan mengembangkan model serta membangun neraca keuangan.