Huawei Mulai Merasakan Dampak Dari Larangan Penjualan Chip

Teknologi – Huawei tampak mulai merasakan beratnya kebijakan pemerintah AS yang membatasi akses ke komponen-komponen penting.

Huawei Mulai Merasakan Dampak Dari Larangan Penjualan Chip

Nikkei Asian Review melaporkan bahwa vendor mendorong kembali produksi smartphone flag Mate generasi berikut, Sejalan demngan upaya mengevaluasi kembali opsi rantai pasokan.

Sumber mengatakan kepada kantor berita Jepang itu, Huawei telah mengurangi pesanan untuk suku cadang tertentu pada Q3-2020, beberapa pemasok telah berhenti memproduksi komponen untuk model premium berikutnya yang rencanya akan diluncurkan pada semester kedua tahun ini, Sementara satu pemasok dijadwalkan untuk mulai membuat suku cadang pada bulan ini.

Ketika Huawei mencari pemasok baru dan mengevaluasi stok chip HiSilicon, sebuah sumber mengatakan produksi massal model Mate berikutnya akan ditunda hingga dua bulan, tulis Nikkei Asian Review. Sumber lain mengatakan, opsi untuk pindah ke vendor chip lain mungkin memerlukan desain ulang handset, yang akan memakan waktu lebih lama.

Seperti diketahui pada pertengahan Mei lalu, Departemen Perdagangan AS memperkenalkan peraturan untuk menutup celah yang memungkinkan Huawei untuk terus menggunakan chip yang dibuat menggunakan teknologi dalam negeri meskipun ada hambatan perdagangan.

Model andalan Huawei berjalan pada prosesor Kirin yang dikembangkan oleh unit chip HiSilicon milik perusahaan, namun diproduksi oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen kontrak chip terbesar di dunia.

Chairman TSMC Mark Liu memperingatkan pada minggu lalu Huawei dapat dilarang mengakses komponennya. Pembuat chip yang berbasis di Taipe itu, sebelumnya mengatakan bahwa mereka telah menghentikan pesanan chip baru dari Huawei, setelah keluarnya larangan dari AS.

Meski terus mendapat tekanan dari AS, Gartner mendaulat Huawei sebagai vendor smartphone terbesar kedua di dunia berdasarkan pengiriman pada Q1. Sementara Laporan terbaru Counterpoint mengonfirmasi bahwa Huawei merupakan produsen smartphone nomor satu di dunia, dengan pangsa pasar 19 persen.

Pangsa pasar tersebut dilaporkan setidaknya bertahan selama satu bulan, lebih unggul jika dibandingkan dengan perolehan pangsa pasar Samsung sebesar 17 persen.