Huawei Membangun Pusat Riset Chip di Inggris

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teknologi, Jakarta – Huawei mendapatkan izin untuk membangun pusat riset dan pengembangan yang bertempatkan di Inggris sekarang ini.

Izin ini diberikan oleh South Cambridgeshire District Council, yang mengizinkan Huawei untuk melakukan tahap pertama pembuatan riset dan pengembangan tersebut, begitu dengan yang ambil dari CNBC, Senin (29/06)

Nantinya Huawei juga memiliki rencana buat membangun Chip canggihnya pada pusat riset dan pemgembangan tersebut. Dana yang akan dikeluarkan oleh Huawei sendiri dalam pembuatan tersebut mencapai 1 milliar poundsterling. Dan itu hanya dalam tahap pertama pembangunannya yang akan ditempatkan di lahan seluas 50 ribu square feet.

Fasilitas tersebut diperkirakan akan memberikan sekitar 300 hingga 400 lapangan pekerjaan. Ketika sudah berfungsi penuh, Huawei akan menjadikan fasilitas tersebut sebagai pusat kantor internasional dalam melakukan bisnis optoelectronic-nya.

Optoelectronic merupakan teknologi yang digunakan pada sistem komunikasi fiber optik, yang digunakan di infrastruktur jaringan dan data center.

Akan tetapi ada beberapa hal yang sangat janggal terkait dengan izin tersebut, karena masih ada permasalahan terkait dengan jalur sepeda, konsumsi air dan dampaknya terhadap dengan lingkungan. Tetapi 9 dari 10 anggota dewan memilih untuk mendapatkan perizinan dalam pembangunan fasilitas tersebut.

Area Cambridge sendiri sering dikatakan sebagai ‘Silicon Fen’ tempat dimana begitu banyak pusat teknologi berkantorkan di Inggris, sama dengan Amazon, Microsoft dan ARM.

“Inggris merupakan rumah bagi psar yang bersemangat dan terbuka, dan juga tempat untuk berbagai talenta terbaik di dunia,” kata VP Huawei Victor Zhang.

Investasi ini dapat dikatakan bertolak belakang dengan sikap pemerintah Inggris yang mulai melakukan peninjuan ulang mengenai keberadaan Huawei, yaitu apakah peralatan jaringan dari Huawei akan digunakan dalam melakukan pembuatan jaringan 5G pada negara tersebut.

Penunjuan kembali tersebut dilakukan setelah Amerika Serikat mengeluarkan larangan mengekspor yang dibuat khusus buat Huawei. Yaitu Huawei dilarang untuk melakukan bisnis dengan perusahaan yang bersal dari negara mana saja yang menggunakan teknologi atau peralatan dari AS.

Pemerintah AS sendiri belakangan tidak hanya menyerang Huawei, melainkan 20 perusahaan lain yang berasal dari China, yang mempunyai atau dikontrol bersama militer China.