Flagship Xiaomi di Tahun Depan Tidak Lagi Murah

Teknologi Handphone – IT Home salah satu publikasi di Korea Selatan menyebutkan bahwa flagship Xiaomi di tahun depan akan dijual lebih mahal.Flagship Xiaomi di Tahun Depan Tidak Lagi Murah

Hal itu imbas dari chipset yang ditawarkan kepada Xiaomi tidak lagi dijual murah, Smartphone unggulan flagship yang hadir di tahun ini dan ditenagai Chipset Qualcomm Snapdragon 865 dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan pendahulunya.

Salah satu faktornya kerena harga Chipset yang ditawarkan oleh Qualcomm juga tidak murah lagi.

Sebuah laporan terbaru dari Korea Selatan mengatakan bahwa pada tahun depan semua orang yang ingin memberli smartphone unggulan harus rela merogoh kantong lebih Dalam Pasalnya penerus Chipset Qualcomm Snapdragon 865 dilaporkan akan ditawarkan dengan harga hingga US$ 250 atau sekitar Rp3,5 juta.

Seperti yang diinformasikan IT Home salah satu publikasi di Korea Selatan menyebutkan bahwa dokumen pesanan yang ditandatangani oleh Xiaomi mengungkapkan hargaQualcomm Snapdragon 875 Mobile Platform. tertulis di dokumen tersebut, Chipset unggulan milik Qualcomm itu ditawarkan dengan harga sekitar US$ 250.

Harga tersebut dikatakan sudah termasuk aplikasi dan modem Snapdragon X60 5G, Sumber yang smaa juga menyebutkan bahwa Xiaomi saat ini sedang membahas secara internal mengenai harga smartphone flagship masa depannya itu.

Sekadar informasi tambahan untuk kalian, Qualcomm Snapdragon 865 yang diperkenalkan akhir tahun lalu saat dikirim ke sejumlah pabrikan smartphone dibandrol dengan harga antara US$ 150 hingga US$ 160 (Rp 2,1 hingga 2,3 jutaan) artinya Qualcomm Snapdragon 875 akan ditawarkan lebih mahal sekitar US$ 100 (Rp1,4 jutaan).

Bocoran lainnya menyebutkan bahwa chipset ungulan masa depan milik Qualcomm itu akan memiliki fitur Super-Core Cortex-X1, yang memiliki knerja 30 persen lebih baik daripada Cortex-A77. Super-Core ini akan dikombinasikan dengan tiga core Cortex-A78 dan empat core efesiensi dalam pengaturan inti 1 + 3 + 4.

Terkait dengan hal ini, tentu saja Xiaomi harus berpikir keras mengenai strateginya menjual smartphone flagship di tahun depan. Pabrikan smartphone asal Cina yang dipimpin oleh Lei Jun ini juga harus mendorong Redmi sebagai sub-brand-nya agar lebih gesit menawarkan ponsel pintar unggulan dengan harga terjangkau.