Singtel dan StarHub-M1 Menangkan Lisensi 5G Singapura

Teknologi – Setelah mempejari proposal yang diajukan sejumlan operator, Otoritas Pengembangan Media Infocomm (IMDA) Singapura.

Singtel dan StarHub-M1 Menangkan Lisensi 5G Singapura

Memberikan Singtel dan perusahaan patungan antara StarHub dan M1 lisensi untuk membangun dua jarinagan 5G mandiri nasional (stand alone/SA) dengan target peluncuran dilakukan pada januari 2021.

Sesuai keputusan IMDA, Kedua operator masing-masing dialokasikan 100MHx spektrum 3.5 GHz dan akan diminta untuk membangun jaringan setidaknya setangah dari Singapura pada akhir 2022, Untuk selanjutya perluasan jaringan 5G secaranasional diharpkan dapat tercapai pada akhir 2025.

Singapura akan menjadi salah satu negar pertama di dunia yang meluncurkan jaringan SA, Sebelumnya pemerintah menunda merilis spektrum 5G hingga tahun ini untuk pindah langsung ke Versi SA sejak awal, Dengan lisensi 5G hanya diberikan kepada dua operator tersebut, Maka operator lainnya hanya memiliki akses ke jaringan melalui skema wholesale arrnagements.

Tan Kiat How, CEO IMDA mengatakan bahwa situasai COVID-19 yang sedang berlansungmenggarisbawahi kekritisan infrastruktur digital yang kuat dan pentingnya investasi yang tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan konektivitas nasional.

Singtel dan StarHub-M1 Menangkan Lisensi 5G Singapura

Tan menyebutkan pihaknya telah menerima tiga proposal, dengan pemenang dipilih berdasarkan penilaian komprehensif tentang bagaimana manifesto mereka akan memberikan hasil terbaik untuk bisnis dan konsumen di Singapura.

TPG Telecom, yang memenangkan lelang spektrum hanya terbuka untuk pendatang baru pada bulan Desember 2016 dan baru-baru ini meluncurkan layanan, adalah penawar lainnya.

IMDA mengatakan usaha patungan antara StarHub dan M1 akan mengerahkan dan memiliki bagian-bagian penting dari jaringan 5G, menyewakan akses ke dua operator yang akan terus beroperasi secara terpisah dan menyediakan layanan ritel kepada pelanggan.

BRTI Singapura itu menyebutkan bahwa baringan 5G nasional akan dilengkapi dengan penyebaran mmWave lokal yang menyediakan hotspot berkapasitas tinggi, memungkinkan semua operator, termasuk TPG Telecom dan MVNO, untuk menawarkan layanan generasi mendatang. Singtel, StarHub dan M1 juga masing-masing akan ditugaskan beroperasi pada 800MHz spektrum mmWave.

Dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya, komersialisasi 5G di Singapura terbilang cepat. Hal itu tak bisa dilepaskan dari kebijakan strategis yang diambil pemerintah.

IMDA meyakini bahwa 5G akan membentuk masa depan lanskap teknologi Singapura. IMDA berkewajiban menyempurnakan misi tersebut, dengan mengatakan bahwa jaringan 5G tidak hanya bermanfaat untuk mendukung layanan broadband selular yang lebih cepat.

Namun juga keandalan yang lebih besar, latensi yang lebih rendah, dan kemampuan untuk menghubungkan lebih banyak perangkat.

Pemerintah Singapura berencana untuk menggunakan 5G, yang menawarkan transmisi data tanpa batas, untuk memasang sekitar 100.000 lampu jalan pintar yang dilengkapi dengan sensor dan kamera pengintai. Fasilitas itu juga bisa dimanfaatkan untuk komunikasi yang terlibat dalam mengemudi otomatis.

Tak dapat dipungkiri, selain dukungan infraktur 4G yang sudah merata, cepatnya Singapura mengeksekusi 5G, juga karena faktor wilayah yang tak terlalu luas.