Pengembangan Jaringan 5G Dipimpin Langsung Prayuth Perdana Menteri Thailand Bentuk Komite

Teknologi – Untuk mengoordinasikan pengembangan 5G dan mendorong ekonomi digital di Thailand, Sebuah Komite 5G National yang beranggotakan 26 orang telah dibentuk dengan Perdana Mentri Thailand Prayut Chan-o-Cha sebagai ketua.

Pengembangan Jaringan 5G Dipimpin Langsung Prayuth Perdana Menteri Thailand Bentuk Komite

Pengembangan tersebut sejalan dengan kolaborasi antara Kementerian Masyarakat dan Ekonomi Digital Thailand dengan Huawei Technologies untuk memberikan solusi yang dibantu oleh AI dengan teknologi 5G ke rumah sakit di negara itu untuk meningkatkan hasil diagnosis melalui jaringan berkecepatan tinggi.

Wakil Perdana Menteri Thailand Somkid Jatusripitak, Prawit Wongsuwon, dan Wissanu Krea-ngam akan bertindak sebagai wakil ketua komite dan menteri keuangan, menteri pariwisata, dan menteri pendidikan juga akan menjadi anggota komite.

Selain itu seketaris tetap untuk kementrian masyarakat dan Ekonomi Digital akan berfungsi sebagai direktur dan seketaris komite, Salah tugas satu Komite adalah menjaga tujuan terkait penarikan kembali spektrum yang tidak digunakan dari badan-badan negara untuk, Komisi penyiaran Nasional dan Telekomunikasi (NBTC) sebagai imbalan atas kompensasi.

Sebelumnya pada Februari lalu NBTC yang merupakan reguator telekomuunikasi Thailand melanggar lelang spektrum 5G, Operator terbesar di negri Gajah Putih, Advanced Info Service (AIS) memenangkan 23 lisensi spektrum untuk 5G dalam lelang pada hari minggu (16/02/2020).

Sementara True memenangkkan 17 lisensi Operator lain yaitu Total Access Communication atau DTAC, Memenagkan dua lisensi, Dari Hasil lelang tersebut regulator telekomunikasi Thailand mengumpulkan lebih dari 100 miliar baht ($ 3,21 miliar) untuk 48 lisensi layanan 5G menjelang peluncuran komersial yang diharapkan akhir tahun ini.

Keberhasilan Thailand melelang spektrum frekwensi menunjukkan regulator memiliki rencana ambius dalam pembangunan jaringan 5G yang siap direalisasikan, Dalam tiga dekade terakhir, Thailand telah menjadi pusat manufaktur terkemuka di Asia Tenggara, Namun negri Gajah Putih itu tetap terjebak di puncak pertumbuhan ekonomi maju.

Untuk memacu pertumbuhan, inisiatif 4.0 yang diluncurkan pemerintah Thailand bertujuan untuk mempromosikan industri teknologi tinggi. Salah satunya menggunakan infrastruktur 5G.