Memperlihatkan Orin, Chip Terbaru Nvidia Buat RObot dan Mobil Otonom

Teknologi, Jakarta – Nvidia memperlihatkan Chip tempatnya system on a chip (SoC) anyar bernama Orin, yang di desain buat menjadi otak dari mobil otonom serta robot.

Orin memperlihatkan Nvidia hampir dua tahun setelah mereka meluncurkan Xavier, yang juga ditujukan buat mobil otonom dan robot. Orin memiliki 17 miliar transistor di dalamnya, melalui performa hampir 7 kali lebih tinggi daripada Xavier.

Di dalam SoC ini menggunakan arsitektur GPU Nvidia dan core CPU Arm Hercules. Kemudian ada juga akselerator deep learing dan computer vision anyar yang memiliki tingkat komputasi 200 triliun operasi per detik.

Mantapnya, pengembang yang sebelumnya menggunakan Xavier akan bisa melanjutkan kode – kode nya pada Orin. Karena, keduanya dapat diprogram menggunakan API CUDA dan TensorRT, seperti yang di ambil dari Zdnet, Rabu (18/12).

Biaya yang harus dilkeluarkan oleh Nvidia buat mengembangkan SoC ini mencapai miliaran dolar yang mereka keluarkan selama empat tahun ke belakang.

Nvidia juga meluncurkan Nvidia Drive AGX Orin buat membantu pabrikan mengembangkan turunan aplikasi buat mobil otonom, mulai dari mobil otonom level dua hingga level lima yang bisa beroperasi secara otonom.

“Ini adalah platform untuk menjalankan berbagai jaringan saraf berbeda. Puluhan jaringan saraf berbeda, preprocessing pascaproses data, dan berbagai algoritma yang berbeda yang diperlukan untuk beroperasi secara bersamaan di dalam mobil, yang menyediakan redundansi dan keanekaragaman untuk sistem keamanan maksimum tingkat, “kata Danny Shapiro, direktur senior otomotif Nvidia.

Untuk lengkap dan SoC Platform, Nvidia juga membuka akses ke model jaringan dalam saraf untuk kendaraan otonom yang telah ‘dilatih’. Model ini berisi berbagai benda seperti deteksi pejalan kaki dan mendeteksi berbagai sepeda, deteksi jalur, deteksi lokasi parkir gratis, dan banyak lagi.

“Kami sudah berinvestasi untuk waktu yang lama untuk mengembangkan teknologi ini, dan sekarang kami sediakan untuk ekosistem kita. Tujuannya adalah untuk memajukan industri,” pungkas Shapiro.

teknologi Nvidia saat ini digunakan oleh Didi ChuXing, penyedia layanan berbagi mobil di Cina. Didi Chuxcing menggunakan Nvidia GPU dan teknologi AI untuk mengembangkan sistem kontrol solusi mobil otonom dan komputasi awan.

Mereka juga berencana untuk menggunakan Nvidia GPU di pusat data untuk melatih algoritma pembelajaran mesin.