Server BMK di Hack, Berikut Dampaknya

Teknologi, Teknologi Media – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan server yang mengandung PM10 data kualitas udara dikompromikan. peretasan ini, menurut BMKG, mengakibatkan pengiriman otomatis PM10 data pada situs dan aplikasi mereka tidak bekerja.

Berikut hack, BMKG mengatakan bahwa sistem transmisi data otomatis ke server tidak bisa dilakukan. Akibatnya mereka harus meng-upload pengukuran polutan secara manual.

“Ya itu hanya server untuk data dan informasi terhadap kualitas udara saja. Jika server lainnya BMKG tidak masalah,” kata Siswanto sebagai Kepala Divisi Produksi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Informasi untuk Cicc888, Selasa (15/10).

Pada halaman pengukuran polutan PM10 dicetak, “Informasi Konsentrasi Partikulat (PM10) saat ini sedang dalam proses update sistem.”.

“Kami sedang ditangani dengan proses instalasi ulang. Informasi KU masih bisa diberikan kepada publik melalui website dan aplikasi infobmkg dengan mengandalkan input manual hasil transmisi data di daerah UPT BMKG (di mana alat diinstal),” kata Siswanto .

“Jadi itulah server BMKG lainnya tidak ada masalah, hanya kualitas udara Server saja. Perkiraan pulih Insya Allah tidak lama. Sambil menunggu proses instalasi ulang selesai. Itu adalah server berbasis Windows cukup berisiko hack, berpikir untuk mengubah sistem OS atau Linux,” tambahnya.

Untuk informasi, halaman ini berisi informasi yang dipantau pengukuran PM10 menggunakan alat milik BMKG di daerah. PM10 adalah partikel udara lebih kecil dari 10 mikron.

Pada halaman yang tercantum nilai ambang batas konsentrasi yang baik adalah dalam kisaran 0-150 mikrogram per meter kubik. Sementara kisaran 51-150 mikrogram per meter kubik diklasifikasikan, 151-350 mikrogram per meter kubik diklasifikasikan sebagai tidak sehat, 351-420 mikrogram per meter kubik sebagai sangat tidak sehat dan lebih 420 mikrogram per meter kubik dalam kategori berbahaya.