Mengimpor Mesin dan Transmisi AMMDes dari India dan Taiwan

Teknologi, Teknologi Otomotif – Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) saat ini 70 persen atau 20 persen lebih rendah dari yang dijanjikan. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebelumnya mengklaim bahwa transmisi tersebut, yang dikenal sebagai ‘pak pak pei’, memiliki kandungan lokal hingga 90 persen.

Direktur Industri Kelautan, Peralatan Transportasi, dan Peralatan Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengatakan konten lokal telah turun karena perakitan AMMDes menggunakan mesin dan komponen transmisi yang diimpor.

“Mesinnya saat ini diimpor dari India, sedangkan transmisinya dari Taiwan,” kata Putu di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (5/8).

menurut Putu, mesin dan transmisi harus diimpor untuk memenuhi skala produksi lokal yang ‘ekonomis’. Jika tidak, harga yang ditawarkan kemungkinan akan lebih dari yang diharapkan yaitu Rp. 70 juta.

AMMDes sekarang diproduksi oleh Mandiri Wintor Indonesia (KMWI), yang merupakan anak perusahaan dari Astra International. Peralatan transportasi dirumuskan di pabrik KMWI di Citereup, Bogor, Jawa Barat, dengan kapasitas 3.000 unit per tahun. Sedangkan menurut Putu skala ekonomi harus mencapai 10 ribu per tahun.

“Sekarang, yang harus dikejar adalah skala ekonomi, karena jika tidak ada banyak mesin dan gear box dalam penjualan, ekonomi tidak akan mampu bersaing dalam harga,” kata Putu.

Alasan lain, kata Putu, dari pengujian mesin AMMDes lama hanya mampu mengakomodasi kebutuhan di jalan off-road. Sedangkan penggunaan aktual berpotensi sebagai pembantu distribusi logistik yang kemungkinan akan digunakan pada jalan aspal.

“Kecepatan rendah itu (kecepatan rendah) benar-benar menunjuk ke daerah pedesaan yang off-road, tampaknya permintaan adalah bahwa ini tidak hanya dapat dilakukan off-road saja,” katanya.

AMMDes adalah alat transportasi yang dilengkapi dengan power take off (PTO), menjadikannya unit multifungsi. Selain menjadi alat transportasi, AMMDes dapat diberdayakan sebagai alat produksi dan untuk memindahkan alat bantu kerja sesuai dengan kebutuhan masyarakat pedesaan.

Menurut KMWI, kemampuan alat angkut ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat tergantung pada peralatan yang dibawa. Kemampuan AMMDes dapat berupa pemurni air, ambulans, penggosok padi, pompa irigasi, generator listrik, pembuat serpihan es, untuk membantu petani memproses kopi.