Melihat Replika Bengkel Modifikasi Lamborghini dan Ferrari di Bandung

Teknologi, Teknologi Modifikasi – Terlihat dari hobi dan kecintaannya kepada mobil sport, Ronny Nopirman (36) berhasil untuk membuat bengkel mobil sport. Berbagai jenis mobil sport di mulai dari Bugatti, Ferrari hingga Lamborghini dapat dibuatnya. Seperti apakah sosok Ronny?

Sebelum memiliki bisnis bengkel replikasi mobil sport, sesudah lulus dari SMK Angkasa Margahayu pada usia 8 taghun, dua tahun berikutnya Ronny membuat eksperimen replika mobil Lamborghini Countach. Ronny memoddifikasi mobil Citroen miliknya menjadi Lamborghini Countach secara otodidak.

“Waktu itu saya membuatnya di tahun 2002, mobil model Citroen menjadi Lamborghini Countach dibengkel ayah saya yang berada di Majalaya,” ucapnya ketika dijumpai di bengkel miliknya yang berada di Jalan Sipatahunan, Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (29/06) kemarin.

Pemilik bengkel sekaligus owner Extreme Modifikasi ini mengatakan, membutuhkan waktu enam bulan untuk bisa membuat sebuah replika mobil sport Lamborghini Countach. Pada proses pembuatannya, Ronny menyulap 100 persen mobil Citroen punyanya tanpa dibantu sama orang lain.

“Proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar enam bulan, tidak ada yang dibantu, dilakukan sendiri, tanpa ada bantuan orang lainnya,” ucapnya.

Agar replika mobil sport yang dibutnya sama seperti aslinya, Ronny membeli miniatur mnobil Lamborghini Countach pada salah satu mall yang ada di Kota Bandung. Miniatur tersebut ia beli agar proses pembuatan mobil yang dibuat persis seperti aslinya.

“Membuat bentuk dari miniatur mobil yang dibeli, saya membelinya di mall Kota Bandung. Ukuran 1:64, jika beli minatur yang besar sayang harganya lumayan mahal,” ucapnya.

Ketika disinggung mengapa mobil Citoren yang dimilikinya itu ia ubah menjadi replika mobil sport Lamborghini Countach? Ronny berkata, karena ia memiliki mobil yang bagus, dengan hasil karnyanya sendiri.

“Pertama kali ingin memiliki mobil bagus, karena tidak ada dana jadi membuat sendiri, Nglas sendiri, ngecat sendiri, itu pertama kali dibuat masih usia 20 tahun, pungkasnya.

Ronny menyambungkan, tidak membutuhkan uang banyak untuk bisa membuat replika mobil Sport Lamborghini Countach karena dirinya menggunakan bahan baku sisa.

“Dana yang dikeluarkan sekitar Rp 35 juta, membeli bahan plat, cat dan lainnya. Namun kita juga kebanyakan menggunakan bahan sisa,” sambungnya.

Tahun 2010 Ronny kembali melakukan eksperimen, sukses menyulap mobil Citroen miliknya menjadi Lamborghini Countach, Ronny membuat replika mobil sport lainnya.

“Model Honda Accord Tahun 1982 saya mengubah menjadi sebuah Ferrari Spider. Di tahun 2010 itu saya membuat lebih bagus daripada sebelumnya,” ucapdia.

Baik, Lamborghini Contax dan Ferrari Spider yang dibuatnya tersebut laku untuk dijual. “Pertama bikin dijual laku Rp 45 juta, rugi namun puas untuk belajar. Ferari dijual Rp 135 juta, modal hanya sebesar Rp 90 juta dengan mobil, sisanya keuntungan yang diperoleh,” ucapnya.

“Dulu hanya hobi saja, sekarang hobi saya ini menjadi sebuah bisnis,” ucapnya.