VPN Gratisan Mengancam, Apakah yang Berbayar Telah Yakin Aman ?

Teknologi, Jakarta – Pemakaian VPN (Virtual Private Network) gratisan mejadi viral buat mengelabui halangan media sosial dan layanan messaging. Tetapi efek samping yang bisa saja didapatkan adalah seperti bahaya terangkutnya data pribadi sampai terpapar malware. Nah di pihak lain, apakah VPN yang model berbayar telah yakin aman?

Berdasarkan gadget enthusiast Lucky Sebastian, jawabannya adalah belum tetap aman. VPN berbayar sekalipun tetap memiliki potensi untuk menyimpan bahaya tersendiri.

“Belum pasti juga yang berbayar aman. Namun lebih kurang lah intensinya untuk memungut keuntungan dari cara lain. Yang bagus sebenarnya kalau mereka membuat enkripsi yang sesuai, dan tidak membikin log dari pengguna,” papar Lucky.

“Dan disini kita tidak tahu siapa yang benar-benar melakukannya, cuma pencipta layanannya yang tahu. Contohnya begini, misal dari thread yang banyak dimasalahkan kan VPN buatan Amerika Di Amerika ada aturan kan kalau pemerintah perlu datanya wajib bekerjasama,” tambah dia.

“Jadi meskipun kita di Amerika misal memakai VPN buatan Amerika buat mengakses FB atau masuk web yang diblok, Web tidak melihat IP kita, tetapi fasilitas VPN punya datanya. Kalau ini diminta oleh pihak yang berwenang, ya wajib diberikan,” lanjut pendiri Gadtorade tersebut.

Sebelumnya, Lucky menerangkan beraneka bahaya menggunakan VPN gratisan. Seperti yang telah diperingatkan, tidak ada makan siang gratis atau free lunch. Meski tidak membayar dalam bentuk uang, ada hal lain yang wajib dipertaruhkan.

“Fasilitas VPN free ini kan wajib membuat kita tanda tanya dulu ya, kenapa orang ini mau “baik” memberi gratisan. Padahal kan memfasilitasi layanan VPN publik wajib memiliki server, bandwidth, IP di beberapa negara dan lain-lainnya, yang berarti wajib mengeluarkan biaya tiap bulan,” ujar Lucky Sebastian.

“Jadi kemungkinan bakal ada trade-off yang wajib dibayar oleh sipemakai. Nah kalau bukan uang atau biaya berlangganan VPN, berarti ada yang lain, yang bisa diambil oleh penyedia layanan untuk membiayai layanan free VPN ini,” papar dia.

Lebih lanjut, Lucky menerangkan beraneka-ragam hal dilakukan pemberi layanan VPN gratis ini buat membiayai layanan. Biasanya dengan membikin log atau memetakan kebiasaan. Contohnya mengunjungi website apa saja, jam berapa, berapa lama, apa saja yang dibeli kalau mengunjungi e-commerce, apa saja yang sering dilihat, apa saja yang di-download, dan lain sebagainya. Data semacam itu sangat bernilai apabila dijual.