Nodeflux Ingin Mengamankan Kota dengan Sistem AI

Teknolog, Jakarta – Penggunaan teknologi seperti sekarang ini yang sudah ada namanya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan semakin memudahkan kehidupan sehari-hari. Teknologi ini memungkinkan manusia mengurangi keterlibatannya dalam melakukan aktivitas manual karena bisa dengan mudah diselesaikan hanya menggunakan mesin.

Namun, penerapan dari teknologi ini sudah begitu meluas, Tidak hanya buat penggunaan pribadi, kegiatan dengan skala lebih besar seperti menjaga keamanan dan mengatur tata kota bisa dibantu lebih efesien hanya menggunakan AI.

Hal tersebutlah yang dilakukan oleh startup lokal, Nodeflux yang sudah dibentuk pada 2016. Startup ini kembali mengembangkan AI berbasis visual yang disebut dengan Vision AI dengan produk Inteligent Video Analytic yang sudah digunakan oleh kepolisian sejak tahun 2017.

“Kita lihat case-case yang di perkirakan memang useful untuk dapat menciptakan security and surveillance. Jadit intinya bagaimana law enfocer itu bisa menggunakan teknologi AI dan terbantu dengan AI,” ucap Co-founder dan CTO nodeflux, Faris Rahman di Jakarta, Selama (30/4/2019).

Terdapat tiga sistem pengawas berbasis AI buatan Nodeflux yang digunakan oleh kepolisian, yaitu facial recognition, license plate recognition dan activity recognition. Yang disebutkan terakhir, teknologi ini dapat mendeteksi pola pergerakan dari seseorang yang dianggap sangat mencurigakan.

Tidak hanya itu saja Nodeflux yang sudah digunakan oleh Jakarta Smart City antara lain water level monitoring yang digunakan untuk mengawasi tinggi muka air di Pintu Air Manggarai dan license plate recognition yang digunakan untuk mencari kendaraan yang belum melakukan pembayaran pajak.

Bahkan, teknologi facial recognition punya Nodeflux sudah digunakan untuk mengamankan ajang internasional, seperti Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang serta pertemuan IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 di Bali. Mereka juga diundang oleh Bekraf dalam pameran teknologi mereka di ajang SXSW Festival 2019 di Austin, AS.

Biarpun sudah terbilang sukses dengan menggandeng banyak mitra, Faris menyampaikan bahwa Nodeflux tidak akan berhenti berinovasi. Pendapatnya, masih banyak teknologi lainnya yang dapat dikembangkan untuk memberi solusi buat permasalahan masyarakat Indonesia.

“We always seek teknologi yang memiliki impact besar ke masyarakat. Sekarang Vision AI mungkin bisa robotics, other technology yang kita lihat dapat disruptif pada masyarakat,” katanya.