‘Memiliki Harga Mahal’ yang Harus Bayar Jika Menggunakan Software Bajakan

Teknologi, Jakarta – Bagi suatu perusahaan, Efisiensi bujet memang begitu penting. Sehingga berbagai cara yang dilakukan agar perusahaan terus mendapatkan keuntungan. Salah satunya yaitu dengan membeli dan menggunakan softwawre tidak berlisensi (bajakan).

Harga dari software bajakan terbilang begitu murah. Namun ada risiko yang harus ditanggung oleh perusahaan jika menggunakan software tidak memiliki lisensi. Meskipun pada pembelian awal sudah dijanjikan dengan biaya yang lebih murah, software tidak berlisensi bisa merugikan perusahaan karena risiko keamanan siber, hukum dan bisnis.

Inilah fakta yang sering sekali diabaikan oleh para pebisnis di Indonesia, jika menggunakan software bajakan. Berawal dari menjanjikan biaya yang murah, berujung dengan membengkaknya biaya yang tidak bisa anda sadari.

Berdasarkan dari data Norton Oleh Symantec pada Januari 2015 sampai Februari 2016, tercatat kerugian yang dialami atas kejahantan siber mencapai Rp 7,6 juta per korban di Indonesia. Secara keseluruhan dari total kerugian atas kejahatan online di Indonesia tercatat Rp 194,6 miliar.

Nah, bagi para pengguna yang selama ini menggunakan software bajakan, ada beberapa hal yang harus anda waspadai. Berikut penjelasannya berdasarkan keterangan tertulis dari BSA Software.

Keamanan pada Siber

Software tidak berlisensi lebih rentan terhadap hacker dan virus daripada program yang memiliki lisensi secara hukum. Bahkan software yang tidak berlisensi sangat mudah untuk di-hack karena mengandung malware. Jadi para hacker bisa mengakses secara langsung ke aset perusahaan dan informasi internal.

Perusahaan yang sudah menggunakan software tidak berlisensi tiga kali lipat leih mudah untuk diserang malware. Setiap serangan malware bisa menelan biaya rata-rata Rp 34 miliar dan membutuhkan waktu hingga 50 hari dalam proses perbaikannya. Sementara biaya perbaikannya dapat menghabiskan lebih dari Rp 142 juta per komputer yang terinfeksi.

Resiko Pada Hukum

Kemudian, perusahaan yang sudah menggunakan software tidak berlisensi kemungkinan besar bisa terjaring razia polisi karena tidak menggunakan software yang legal dan memiliki lisesnsi. Setelah tindakakn hukum yang terjadi, perusahaan harus mengeluarkan biaya denda bergantung pada software ilegal yang digunakan dan nominal komputer yang diinstal dengan menggunakan software tersebut.

Resiko Bisnis

Akibat dari penggunakan software tidak berlisesni, perusahaan akan dirugikan dari segi bisnis. Karena, kredibilitas dan kepercayaan perusahaan di antara mitra bisnis serta pelanggan akan menurun. Jika sudah begini, biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa menyelamatkan bisnis justru akan begitu tinggi.

Itulah beberapa risiko di balik ‘murahnya’ biaya software yang tidak memiliki lisensi. Dengan resiko tersebut, apakah Anda masih ingin menggunakannya? Mari kita lebih cerdas lagi memangkas bujet dengan menggunakan software legal atau berlisensi.

Disebutkan bahwa software legal akan membantu perusahaan dalam menghemat 30 persen biaya tahunann dengan menerapkan SAM (Software Asset Management) yang kuat dan program optimalisasi lisensi software. jangan anggap remeh dalam pemilihan aset software karena hal inilah yang melindungi perusahaan dari kejahatan siber, temasuk dengan serangan malware dan pelanggaran data lainnya.