Ini Jawaranya, Setelah Dilangsungkan Intersport Drift Academy 2019

Teknologi, Teknologi Mobil – Ajang Intersport Drift Academy merupakan salah satu ajang yang sudah ditunggu-tuggu setiap masyarakat yang begitu tertarik dengan dunia drifting. Terlebih bagi mereka yang begitu ingin belajar bagaimana rasanya belajar langsung dengan Drifter Pro Indonesia. Terbukti sudah dengan pendaftaran dalam ajang Intersport Drift Academy resmi dibuka, tidak sampai satu minggu, pendaftaran langsung ditutup karena slot sudah penuh.

Terdapat sebanyak 40 slot peserta terisi penuh oleh akademi yang ingin menimba ilmu di dunia Drifting. Ajang edukasi ini sudah sangat lama ditunggu-tunggu sebab tidak hanya belajar melalui terori saja, namun juga belajar melalui praktik. Pada kesempatan ini para akademia dibimbing langsung oleh Sembilan drifter profesional Tanah Air.

Sangat berbeda dengan rangkaian Intersport Drift Academu 2018 lalu, yang mana diselenggarakan secara langsung di beberapa kota di Indonesia dan hanya satu hari, pada 2019 ajang edukasi drifting ini hanya dilaksanakan di satu kota saja digelar selama 3 hari.

Pada tahun lalu hanya 4 orang coach dari drifter profesional yang ditugaskan, sedangkan kali ini ada 9 coach. Dari ke-9 drifter profesional yang memiliki tugas untuk menjadi coach antara lain yaitu Adwitya Amandio, Akbar Rais, Valentino Ratulangi, Ziko Harnadi, Rio SB, Ikhsan Utama, Danny Ferdito Lucky reza dan M. Irdam.

Terdapat 40 peserta yang berhasil masuk ke akademi dalam ajang Intersport Drift Academy berhak untuk langsung mengikuti kelas teori di hari pertama. Kemudian pada hari kedua 40 orang tersebut dipecahi menjadi 4 kelompok dan mengikuti serangkaian kelas praktik. Kelas praktik tersebut terbagi menjadi 2 bagian yaitu praktik menggunakan simulator dan menggunakan mobil drift nyata.

Dalam ajang Intersport Drift Academy tahun ini menyediakan empat BMW E36 sebagai mobil praktik bagi para akademia. Sekedar informasi, di tahun lalu pihak penyelenggara menyediakan empat mobil BMW yang sudah dimodifikasi secara khusus demi kebutuhan dirfting dengan unsur safety sebagai bagian terpenting.

Terdapat empat grup yang dipimpin oleh setiap masing-masing 2 drifter profesional sebagai coach mereka. Pada Grup A dipimpim M. Irdam dan Lucky Reza, Grup B dipimpin langsung oleh Ikhsan Utama dan Danny Ferdito, Grup C dipimpin langsung oleh Akbar Rais dan Valentino Ratulangi dan Grup D dipimpin langsung oleh Ziko Harnadi dan Rio SB.

Setiap masing-masing coach di grup ada memberikan edukasi sendiri mengenai teknik-teknik yang akan dilakukan sebagai drifting tentunya akan berguna pada sesi praktik. Sesudah belajar selama 2 hari, mulai dengan teori dan praktik menggunakan simulator dan menggunakan mobil drift sungguhan, setiap para akademi langsung ditantang untuk melakukan tanding satu sama lain di hari ketiga.

Selain eksibisi, di hari ketiga para akademia dituntut untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh coach. Dari sebanyak 40 perseta tersebut, akan dilakukan eliminasi yang mana hanya menyisakan sebanyak 12 orang saja untuk bertanding di hari terakhair. Eliminasi tersebut diambil berdasarkan dari poin tertinggi ketika mengikuti praktik dan juga teori.

Sebanyak 8 dari 12 peserta yang berhasil lolos merupakan anak didik dari Grup B di baawah pimpinan ikhsan Utama dan Danny Ferdito. Mereka bertarung satu sama lain, yang mana harus segera menyelesaikan Figure 8 dengan menggunakan BMW E36 yang sudah disediakan oleh penyelenggara untuk digunakan para peserta.

Akirnya sesudah selesai ke-12 peserta tersebut harus bertarung, terpilih 3 orang akademia yang berhasil menjadi pemenangn, yaitu posisi pertama ditempat oleh Nandika Hadi dari Grup B, kemudian pada posisi kedua diduduki langsung oleh Agta Z. Ilmawan dari Grup A, serta di posisi ketiga ditempat oleh M. Raihan Chandra dari Grup D.

Pada akhir acara, tidak mau kalah, para coach pun memperlihatkan kebolehan drifting mereka dengan menggunakan mobil masing-masing. Tidakd hanya solo action saja, namun ada beberapa drifter profesional yang bertuga untuk menjadi coach yang melakukan tandem.