Induk Aplikasi Tik Tok Membuat Pesan Instan Sebagai Penantang WeChat

Teknologi, Teknologi Media – Dominasi bagi pengguna Wechat di China masih belum juga bergeser. ByteDance, salah satu platfom yang sangat berbahaya di dunia dan Induk dari Tik Tok, siap untuk memberikan tantangan melalui aplikasi pesan instan buatannya.

Pada layanan pesan instan yang diberikan nama Feiliao, atau dalam bahasa Inggrisnya Flipchat, ini akan tersedia pada smartphone berbasais Android dan IoS. Diambil dari Tech Crunch, Senin (20/05), Feiliao dikatakan sebagai open social product walaupun Bytedance tidak merinci apa makna istilah dari hal tersebut.

Jika melihat dari deskripsi layanan tersebut, Feiliao pada dasarnya mempunyai firus sebagaimana aplikasi dari pesan instan tersebut, yaitu chatting dan panggilan video.

“Feiliao merupakan aplikasi sosial berbasis minat. Di sini anda bisa menemukan berbagai fitur yang menarik seperti chatting dan panggilan video. Selain itu, anda juga bisa menemukan teman-teman baru dan membagikan apa yang sangat menyenangkan, serta berbagai kehidupan sehari-hari ada di feed (feiliao) dan berinteraksi dengan teman dekat,” tulis Feiliao.

“Kami begitu berharap Feiliao akan menghubungkan orang-orang dengan minat yang sama pula, membuat kehidupan orang semakin beragam dan menarik,” ucap Bytedance.

Mengenai target pasar, Feiliau terlihat berada di luar jalur yang sedikit berbeda dengan WeChat. Hal tersebut lepas dari faktor pembeda lain yaitu Feilio, yang secara harfiah diterjemahkan menjadi ‘fly chat’, lebih dari mendoorng si pengguna untuk membuat forum dan grup obrolan yang mempunyai hobi atau kegemaran yang sama.

Dengan kehadiran Feilio tak ayal juga turut memasarkan pertarungan, yang merupakan induk dari WeChat, dalam menguasai pasar China.

Melalui laporan baru yang diterbitkan oleh perusahaan riset Questmobile, Bytedance memberikan sumbangan 11,3% dari total waktu si pebngguna di China yang dihabiskan bagi pengguna aplikasi raksasa dengan melampaui 100 juta pengguna aktif setiap bulan pada Maret dibandingkan 8,2% pada tahun sebelumnya.

Sedangkan, Tencent pada bulan yang sama hanya 43,8%, turun 47,5%. Sementara sisanya dihuni oleh perusahaan seperti Alibaba, Baidu dan lainnya yang tumbuh sedikit yang sebelumnya 44,3% menjadi 44,9% dalam tahun lalu.